16 Nov 2010

semangat habis UTS

Author: yunita.ningtyas10 | Filed under: Academic

Jika kita punya keinginan untuk mencapai sesuatu yg tinggi, kadang kita memang harus pernah berada di bawah dulu. Karena dengan berada di bawah, kita akan merasa butuh usaha yang lebih keras lagi, dan membuat kita bersikap rendah hati..

Jadi, JANGAN PUTUS ASA!
Pasti bisa..
Buka semangat baru.
Dan melangkah dg PASTI.
Katakan “AKU BISA”…
Karena tak ada yang tak mungkin di dunia ini.
“Puncak Gunung itu tidak lebih tinggi dari lutut kita”

16 Sep 2010

Kisah Inspirasi 2

Author: yunita.ningtyas10 | Filed under: Academic

3 IDIOT

Kisah inspirasi dari seorang sepupuku yang bernama Lia Mardiana Putri, dari SMK Ahmad Yani, Malang.
Dia adalah seorang yang gemar sekali menonton film. Setiap selesai menonton film, dia selalu memberikan komentar tentang kekurangan, kelebihan dan pesan yang tertuang dalam film tersebut.
Tetapi ada salah satu film yang membuatnya sangat kagum, dan menginspiras dalam kehidupan nyatanya. Yaitu film 3 IDIOT. Sebuah film motivasi sekaligus humor dari Negara India. Tokoh yang menginspirasinya adalah tokoh utamanya, yaitu Ranchodas Shamaldas Chanchad yang diperankan oleh Aamir Khan.
Rancho adalah seorang mahasiswa ICE, salah satu institut teknik terkenal di India. System pendidikan di universitas itu sangat kaku, yang memaksa mahasiswanya untuk selalu mengejar peringkat 1, dan harus mengalahkan semua saingannya. Bagi Rektornya yang bernama Viru, hidup adalah pertarungan dimana harus menjadi pemenang atau menjadi yang dibunuh. Tetapi Rancho sangat menentang system itu. Baginya peringkat itu seperti kasta yang menyebabkan kesenjangan social.
Rancho mempunya dua teman dekat Bernama Farhan dan Raju. Farhan adalah seorang laki-laki yang dipaksa oleh orang tuanya untuk menjadi insinyur, padahal dia sama sekali tidak minat dengan teknik, dan dia sangat menyukai fotografi. Sedangkan Raju, adalah orang yang hidup dengan berbagai beban dan ketakutan dalam hidupnya. Yakni beban harus menghidupi keluarganya, karena ayahnya terkena stroke, ibunya sakit-sakitan dan sudah tua, serta kakak perempuannya yang sudah berumur 28 tahun tetapi belum menikah karena calon suaminya meminta mahar sebuah mobil, dan Raju memenuhi semua itu.
Farhan dan Raju selalu mendapatkan peringkat terbawah dalam setiap ujian. Sedangkan Rancho selalu menjadi peringkat pertama. Rancho pun memberikan pengertian kepada mereka berdua, bahwa jika kita ingin berhasil, kita harus menyukai bidang yang kita geluti, dan kita tidak boleh ketakutan, serta konsentrasi dengan apa yang kita kerjakan, agar belajar dan bekerja terasa seperti bermain. Pada akhirnya, Rancho mampu membuat Farhan sukses menjadi fotografer terkenal. Rancho juga berhasil membuat Raju sukses bekerja di perusahaan Teknik, dan menghapuskan ketakutannya karena beban keluarganya. Dari situ juga dapat diambil sebuah pelajaran persahabatan yang benar-benar erat.
Disana Rancho juga bertemu dengan seorang bernama Chatur yang selalu mempelajari apapun dengan menghafal, tetapi tanpa pemahaman yang penuh. Rancho juga membuktikan dengan salah satu caranya, bahwa menghafal bukan cara terbaik unuk belajar. Dan yang terbaik adalah kita menyenangi dan memahami apa yang kita pelajari. Tetapi Chatur menentangnya, dan menantang Rancho untuk bersaing dengannya di beberapa tahun mendatang, dan dia ingin membuktikan system siapa yang lebih benar.
Setelah lulus dari ICE, tiba-tiba Rancho menghilang. Dan setelah 5 tahun, Farhan, Raju dan Chatur mencarinya. Ketika sudah ditemukan, dia telah menjadi Ilmuwan ternama yang hebat dan mempunyai kurang lebih 400 hak paten. Tetapi ternyata dia nama aslinya bukanlah Ranchodas Shamaldas Chancad. Itu adalah nama dari seorang majikannya yang hanya menginginkan ijazah dan pangkat. Dan selama ini dia sekolah hanya untuk mendapatkan ijazah untuk majikannya itu. Nama aslinya adalah Phunsuk Wangdu, yang memang sudah terkenal sebagai ilmuwan ternama, bahkan menjadi pujaan Chatur, temannya tadi. Dia membuktikan bahwa sekolah itu adalah untuk menggali ilmu pengetahuan. Bukan untuk mencari ijazah, status social, atau apapun itu.

16 Sep 2010

Cerita inspirasi 1

Author: yunita.ningtyas10 | Filed under: Academic

Yunita Silvia Ningtyas
D14100025
Laskar 18

Kisah Inspirasi 1
PETERNAKAN TIDAK MEMALUKAN<

Namaku Yunita Silvia Ningtyas, umur 18 tahun. Saat ini aku sebagai mahasiswi di Institut Pertanian Bogor (IPB), Fakultas Peternakan, Departmen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP). Saat kau bertanya mengapa aku memilih kuliah di IPB dan memilih jurusan IPTP, kau pasti akan mendengarkan dua kata, yaitu “tidak tahu”. Banyak sekali orang-orang yang meremehkanku, karena aku kuliah di jurusan itu. Awalnya aku memang benar-benar sakit hati karena celaan-celaan itu, tetapi lama kelamaan aku jadi terbiasa.
Jujur aku menjawab dari lubuk hatiku yang paling dalam, sejak kecil aku tidak pernah berpikir akan bergelut di bidang peternakan, meskipun di keluargaku juga ada sedikit aliran darah seorang peternak. Bahkan aku masih sangat ingat ketika aku masih duduk di bangku SMP, ketika salah satu sepupuku diberi tawaran untuk sekolah di SNAKMA (Sekolah Tinggi Peternakan Malang) aku pernah bilang “Hah, Peternakan? Nggak banget…”.
Kisahku dimulai pada sebuah hari dimana aku diminta salah seorang sahabatku yang bernama Nina untuk ke ruang BK di SMAku. Saat itu kami masih duduk di kelas XII SMA. Nina ingin mencari informasi tentang Perguruan Tinggi yang di dalamnya ada jurusan Gizi. Kemudian Guru-guru BK kami menyodorkan sebuah formulir pendaftaran USMI (Ujian Seleksi Masuk Institut) dari IPB. Sedikitpun aku tidak berminat menyentuhnya, tetapi temanku sungguh antusias ingin mengikuti seleksi tersebut. Aku hanya ikut bertanya-tanya pada BK tentang informasi Perguruan Tinggi yang memuat Jurusan Ilmu Komputer atau Teknik. Karena sejak lama aku memang ingin kuliah di jurusan teknik atau Ilmu computer. Akhirnya mereka pun menawarkan aku formulir USMI itu juga, atau menunggu pendaftaran di UNAIR, ITB, dan Politeknik Negeri Malang.
Suatu saat aku bercerita-cerita dengan teman-temanku. Ada salah seorang temanku berkata, “hidup di zaman sekarang itu, kita harus pintar membaca peluang dan kesempatan…”. Entah mengapa, tiba-tiba aku berpikir bahwa jurusan yang akan kupilih adalah jurusan yang banyak diminati, dan aku harus mencari sesuatu yang berbeda. Akhirnya aku membaca kembali formulir USMI IPB dan buku-bukunya.
Seketika aku tertuju pada sebuah Jurusan Ilmu Nutrisi dan Teknologi Peternakan (INTP). Aku tidak lagi melirik Ilkom. Tetapi salah seorang temanku yang juga mengikuti USMI ingin sekali masuk di Jurusan itu. Entah ada angin dari arah mana, dengan mudah aku melepaskan jurusan itu, dan menggantinya dengan Jurusan Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP). Aku tidak terlalu berharap untuk diterima di seleksi itu.
Di rumahaku berpikir lagi. Dengan nilai-nilaiku saat SMA yang sudah disetor ke panitia USMI, sepertinya aku akan lolos dalam seleksi USMI IPB. Tetapi lama kelamaan aku sadar, bahwa aku tidak suka jurusan itu. Jujur, aku sangat menyesal. Apalagi ketika aku tahu, bahwa jika aku benar-benar diterima, aku wajib mengambilnya dan tak boleh melepaskannya. Aku semakin berdoa agar aku gagal dalam seleksi, dan Allah akan memberikan yang terbaik untuk jalan hidupku.
Hari pengumuman pun tiba. Ternyata benar, Yunita Silvia Ningtyas dari SMA Negeri 1 Tumpang, Malang; NRP d14100025 diterima di Departmen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Berita itu seperti sebuah batu yang dihantamkan ke mukaku. Karena tak ingin mengecewakan orang tua, guru dan orang-orang yang mendukungku, aku mengambil jurusan itu.
Setiap hari aku menyesal dan menyalahkan diriku sendiri. Sampai suatu saat ada seorang dosen Peternakan dari Universitas Brawijaya Malang (UB) menceritakan pengalamannya di kelasku.
Beliau adalah seorang wanita yang aku tahu dari aura wajahnya bahwa dia adalah orang yang sangat tegar. Awal kisahnya dimulai saat beliau daftar di Universitas Gajahmada Yogyakarta (UGM). Beliau juga mengaku bahwa beliau juga tidak tahu mengapa tiba-tiba salah satu jurusan yang dipilihnya adalah salah satu jurusan di fakultas Peternakan. Padahal sedikitpun beliau tak pernah terpikirkan masuk di peternakan, karena beliau juga sebenarnya tidak suka dengan hal-hal yang berbau menjijikkan. Akhirnya beliau diputuskan oleh UGM, masuk di jurusan tersebut. Pada awalnya beliau mengaku sangat menyesal. Tetapi beliau mencoba menekuni dan menyukai jurusan tersebut. Karena beliau percaya bahwa itu adalah jalan terbaik dari Allah. Karena Allah bukan memberikan apa yang kita inginkan, melainkan apa yang kita butuhkan.
Akhirnya dengan berusaha keras, beliau benar-benar bisa menyukai jurusan itu. Beliau menceritakan bahwa Peternakan itu sangat menyenangkan. Beliau mengukir prestasi akademik yang selalu membanggakan dalam setiap kesempatan. Dan pada semester akhir, beliau lulus dengan Predikat KUMLAUD. Sangat benar bahwa Allah memang memberikan yang terbaik untuk kita, dan sangat benar bahwa saat ini kita memang harus pintar-pintar membaca peluang.
Tidak hanya sampai disitu. Beliau juga mendapatkan kesempatan beasiswa study S2 di Perancis, dan S3 di Jerman. Sungguh prestasi yang membanggakan belajar di negeri orang, dan kembali ke Indonesia untuk membangun negaranya. Hingga saat ini beliau menjadi salah satu Dosen Fakultas Peternakan di Universitas Brawijaya Malang.
Saat ini aku memang masih menyimpan sedikit penyesalan telah masuk di jurusan yang bukan bidangku. Aku juga sering merasa sakit hati karena celaan-celaan orang yang menganggap remeh mahasiswa Fakultas Peternakan. Tetapi aku tidak mau mengecewakan orang tuaku yang telah membiayaiku sampai saat ini. Karena aku tahu telah banyak sekali pengorbanan yang mereka lakukan untukku. Saat aku merasa ingin hengkang dari pilihanku, saat aku merasakan penyesalan itu, saat aku merasa sakit hati karena celaan, yang pertama aku ingat adalah ibu dosen itu dan orang tuaku.

2 Sep 2010

Hanya Berakhir dengan…. Andai

Author: yunita.ningtyas10 | Filed under: My Poem

Aku iri…
Tahukah kamu?
Kau terlalu beruntung.
Dia terlalu beruntung.
Mereka terlalu beruntung.

Aku adalah seekor ikan dalam perangkap bermulut ular.
Aku terjebak,
di lorong – lorong runcing,
hanya berkawan penyesalan .

Aku melihat dirimu benar-benar bahagia.
Ikan-ikan yang masuk di dalam aquarium indah,
berair jernih, penuh bunga-bunga elok.

Namun…
Aku…
.
.
.
.
Tak bisa keluar.
Tak bisa menikmatinya kebebasan.

Masih bisakah aku menapak?
Saat aku …
Tak kuat lagi?

Mungkin kau mendapatiku tersenyum lebar.
Mungkin kau rasakan aku seperti bahagia.
Tapi, itu hanya sebuah bungkus.
Dikemas dengan cantik, namun di dalam
hanya hitam.
Tak ada selembar pun senyuman,
Tak ada goresan kebahagiaan.

Dan ku lihat kalian lagi.
Sekali lagi,
Dengarkan aku!
AKU INGIN SEPERTI KALIAN.
Kar’na dalam hidup ini,
Aku hanya mengikuti tuntutan peran,
Dengan kenyataan sebagai sutradara.
Andai aku bisa seperti kalian.
Andai aku bisa seperti kalian.
Andai aku bisa seperti kalian.
Dan pada akhirnya…
.
.
.
.
.
.
Hanya berakhir dengan andai.

.

.

2 Sep 2010

Just 4 Khikha

Author: yunita.ningtyas10 | Filed under: My Poem

Seandainya aku bisa….
Aku ingin selalu berada di sampingmu.
Tapi inilah kenyataan..
Dipisahkan oleh jalan yang panjang.
Tapi aku yakin kita masih bersatu.
Lihatlah bintang paling terang di sebelah barat.
Kutitipkan senyumku padanya.
Tersenyumlah,
Dan bintang itu akan semakin terang.

all star red black pictures, backgrounds and images

13 Agu 2010

Hanya Berakhir dengan…. Andai

Author: yunita.ningtyas10 | Filed under: Academic

Aku iri…
Tahukah kamu?
Kau terlalu beruntung.
Dia terlalu beruntung.
Mereka terlalu beruntung.

Aku adalah seekor ikan dalam perangkap bermulut ular.
Aku terjebak,
di lorong – lorong runcing,
hanya berkawan penyesalan .

Aku melihat dirimu benar-benar bahagia.
Ikan-ikan yang masuk di dalam aquarium indah,
berair jernih, penuh bunga-bunga elok.

Namun…
Aku…
.
.
.
.
Tak bisa keluar.
Tak bisa menikmatinya kebebasan.

Masih bisakah aku menapak?
Saat aku …
Tak kuat lagi?

Mungkin kau mendapatiku tersenyum lebar.
Mungkin kau rasakan aku seperti bahagia.
Tapi, itu hanya sebuah bungkus.
Dikemas dengan cantik, namun di dalam
hanya hitam.
Tak ada selembar pun senyuman,
Tak ada goresan kebahagiaan.

Dan ku lihat kalian lagi.
Sekali lagi,
Dengarkan aku!
AKU INGIN SEPERTI KALIAN.
Kar’na dalam hidup ini,
Aku hanya mengikuti tuntutan peran,
Dengan kenyataan sebagai sutradara.
Andai aku bisa seperti kalian.
Andai aku bisa seperti kalian.
Andai aku bisa seperti kalian.
Dan pada akhirnya…
.
.
.
.
.
.
Hanya berakhir dengan andai.
beginilah aku

28 Jul 2010

I love IPB n I love Spongebob

Author: yunita.ningtyas10 | Filed under: Academic

IPB Badge

Aku cinta IPB….
Laskar Inspirasi 47 paling happy…

28 Jul 2010

Author: yunita.ningtyas10 | Filed under: Academic

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme